Dari Abdullah bin Umar bin Khattab r.a, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Salah seorang di antara mereka berkata: ‘Ya Allah, aku dulu mempunyai kedua orang tua yang sudah renta dan aku tidak berani memberikan jatah minum mereka kepada keluargaku (istri dan anak) dan harta milikku (budak dan pembantuku).
Pada suatu hari, aku mencari sesuatu di tempat yang jauh dan sepulang dari itu aku mendapatkan keduanya telah tertidur, lantas aku memeras susu seukuran jatah minum keduanya, namun aku pun mendapatkan keduanya tengah tertidur.
Meskipun begitu, aku tidak berani memberikan jatah minum mereka tersebut kepada keluargaku (istri dan anak) dan harta milikku (budak dan pembantuku). Akhirnya, aku tetap menunggu (kapan) keduanya bangun, sementara wadahnya (tempat minuman) masih berada di tanganku, hingga fajar menyingsing. Barulah keduanya pun bangun, lalu meminum jatah untuk mereka.
"Ya Allah, jika apa yang telah kulakukan tersebut semata-mata mengharap wajah-Mu, maka renggangkanlah rongga gua ini dari batu besar yang menutup tempat kami berada. Lalu batu tersebut sedikit merenggang, namun mereka tidak dapat keluar.”
Diriwayatkan Ibnu Majah dari Abu Hurairah r.a, Nabi Shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya seseorang akan diangkat derajatnya di surga, lalu orang tersebut akan bertanya, Bagaimana ini bisa terjadi? Lalu dijawab, “Karena anakmu telah memohonkan ampun untukmu.”
