CALIFORNIA, TELISIK.ID - Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) menyatakan 22 juta pekerjaan di negara-negara kaya di dunia hilang akibat pandemi COVID-19 yang melanda dunia sejak 2020 lalu.

Akibatnya, dalam waktu enam bulan belakangan, jumlah pengangguran meningkat gila-gilaan hingga 60 persen. Jumlah ini terus meningkat hingga kuartal I 2021. Bahkan proyeksi lembaga tersebut, tingkat pengangguran akan berkembang pesat dalam jangka panjang.

Menurut OECD, pemulihan ekonomi yang terjadi di berbagai negara pada saat ini belum bisa memulihkan pasar kerja. Pasar kerja kemungkinan baru pulih seperti masa sebelum pandemi pada 2023.

"Pemulihan ekonomi yang kuat sedang berlangsung di negara-negara OECD. Namun, itu belum sepenuhnya diterjemahkan ke dalam pekerjaan baru yang cukup untuk mengembalikan tingkat pekerjaan ke tingkat pra-pandemi di sebagian besar ekonomi anggota," ungkap OECD dalam laporannya, seperti dikutip dari Cnnindonesia.com, Jumat (9/7/2021).

Lebih lanjut, OECD juga mencatat pandemi juga telah membuat 3 juta orang yang baru lulus gagal mendapat pekerjaan. Ini jumlah yang besar dan membalikkan tren dalam satu dekade terakhir.