"Penarikan dukungan fiskal terlalu cepat akan berisiko membahayakan pemulihan. Tapi di sisi lain, mempertahankan dukungan terlalu lama juga akan berisiko membahayakan kekuatan dan kualitas pemulihan jangka panjang dengan memperlambat realokasi modal dan tenaga kerja yang diperlukan di seluruh perekonomian," tutup Sekretaris Jenderal OECD Mathias Cormann.

Sebelumnya juga dilansir CNBC, Presiden Bank Dunia (World Bank) David Malpass menyebut bahwa pandemi COVID-19 mungkin telah mendorong sebanyak 100 juta orang masuk ke dalam jurang kemiskinan yang ekstrim.

Angka itu jauh lebih tinggi dari sekitar 60 juta orang yang sebelumnya diprediksi oleh lembaga keuangan yang berbasis di Washington, AS, itu. Bahkan, Malpass menyebut bahwa angka itu bisa lebih tinggi jika pandemi memburuk atau berlarut-larut.

Situasi ini mengharuskan kreditor mengurangi jumlah hutang yang dimiliki oleh negara-negara miskin yang berisiko, lebih dari komitmen untuk menangguhkan pembayaran hutang. (C)

Reporter: Ibnu Sina Ali Hakim