Setan berkata, “Lihatlah pada orang alim ini, diamnya itu lebih berat bagiku daripada pembicaraannya.
Sebagian ulama menyifati wali abdal (kekasih Allah SWT dari golongan hamba-Nya). Wali abdal hanya berjumlah tujuh orang pada setiap masanya. Artinya, ketika seorang wali abdal tutup usia, maka Allah SWT akan mencari pengganti.
Mereka mengatakan, “Makannya wali abdal adalah pada waktu lapar, tidurnya saat mengantuknya, bicaranya pada saat terpaksa. Ia tidak mau berbicara kecuali pada saat ditanya. Ketika ia ditanya dan menemukan orang lain yang mampu menjawabnya, maka ia memilih bersikap diam. Kemudian kalau dibutuhkan ia akan mengabulkannya. Sesungguhnya wali abdal itu senantiasa memperhitungkan awal pembicaraan sebelum ditanya tentang syahwat (keinginan) yang tersembunyi pada pembicaraan.”
Dari pendapat di atas jelas bahwa menghindari berdusta itu keharusan. Sedangkan, berbicara saja hendaknya berlandaskan ilmu atau lebih baik diam.
Maka bagi penguasa, berhentilah berdusta karena amanah yang kau pegang hendaknya dijalankan dengan baik dan bagi calon penguasa mulailah berlatih bersikap jujur.
