KENDARI, TELISIK.ID - Bersyukur tidak cukup hanya dengan mengucapkan alhamdulillah semata, namun juga harus dibuktikan dengan senantiasa mencintai Allah, melakukan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Melansir muslim.or.id, menurut Ibnul Qayyim, syukur adalah menunjukkan adanya nikmat Allah pada dirinya dengan melalui lisan, yaitu berupa pujian dan mengucapkan kesadaran diri bahwa ia telah diberi nikmat. Dengan melalui hati, berupa persaksian dan kecintaan kepada Allah. Melalui anggota badan, berupa kepatuhan dan ketaatan kepada Allah” (Madarijus Salikin, 2/244).

Syukur merupakan salah satu sifat Allah yang husna. Maknanya, Allah pasti akan membalas setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh hamba-Nya.

“Sesungguhnya Allah itu Ghafur dan Syakur” (QS. Asy-Syura: 23).

Allah saja Maha Pembalas Kebaikan hamba-Nya, tentu lebih layak lagi seorang hamba bersyukur kepada Rabb-Nya atas begitu banyak nikmat yang ia terima.