TEHERAN, TELISIK.ID - Sejumlah milisi di sejumlah negara Timur Tengah sekutu Iran, sedang bersiap menyerang Israel untuk membalas kematian pemimpin biro politik Hamas, Ismail Haniyeh.
Kelompok bersenjata ini dikenal dengan sebutan "Poros Perlawanan", diyakini kerap mendapatkan sokongan senjata hingga dana dari Iran. Haniyeh tewas dibunuh di tempatnya menginap di Teheran pada Rabu (31/7/2024) dini hari saat berkunjung ke Iran untuk menghadiri pelantikan presiden baru Masoud Pezeshkian.
Beberapa jam sebelum pembunuhan Haniyeh, komandan tertinggi Hizbullah Lebanon, Fuad Shukr, juga tewas akibat serangan Zionis di Beirut. Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei telah bersumpah bakal membalas Israel, yang dituding sebagai dalang atas pembunuhan Haniyeh.
Khamenei bahkan disebut telah memerintahkan Iran menyerang langsung Negeri Zionis, seperti dilansir dari cnnindonesia.com, Sabtu (3/8/2024).
Pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah, juga menyuarakan kemarahan serupa atas meninggalnya Haniyeh serta Fuad Shukr. Dalam pidatonya di pemakaman Shukr pada Kamis 1 Agustus 2024, Nasrallah menegaskan "perang telah terbuka di seluruh front."
