Hizbullah didirikan ketika perang sipil Lebanon pada 1975-1990. Mereka tepatnya berdiri setelah invasi Israel ke Beirut pada 1982. Kelompok ini dibentuk atas prakarsa Korps Garda Revolusi Iran (IRGC). Hingga tahun 2000, Hizbullah memerangi pasukan Israel yang menduduki Lebanon selatan.
Hizbullah merupakan satu-satunya faksi yang mempertahankan senjatanya meski perang saudara telah berakhir. Kelompok milisi ini dianggap sebagai pemilik persenjataan yang jauh lebih besar dibandingkan tentara Lebanon.
Pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah, berulang kali pamer bahwa persenjataan kelompoknya begitu canggih hingga mampu menyerang jauh ke dalam Israel.
2. Hamas Palestina
Kelompok milisi di Jalur Gaza Palestina, Hamas, juga merupakan salah satu anggota Poros Perlawanan. Hamas didirikan pada 1987 dari gerakan Ikhwanul Muslimin. Pembentukan Hamas terjadi setelah peristiwa Intifada Pertama. Sejak 2007, Hamas menguasai dan memerintah Jalur Gaza, terpisah dari pemerintahan Otoritas Palestina. Tokoh-tokoh politik dan komandan militer Hamas pun selalu ditargetkan Zionis hingga akhirnya mendorong mereka berbasis di luar negeri seperti di Suriah, Lebanon, Qatar, dan Turki.
