Dalam beberapa tahun terakhir, Hamas meningkatkan hubungannya dengan Iran dan secara bertahap menjadi anggota kunci Poros Perlawanan. Hamas memiliki sayap militer yang dikenal sebagai Brigade Al Qassam. Pemimpin brigade ini juga selalu ditargetkan Israel. Pada Kamis (1/8), Israel mengklaim telah membunuh Mohammed Deif, kepala Brigade Al Qassam, dalam serangan pada 13 Juli di al Mawasi.
3. Jihad Islam Palestina
Selain Hamas, Jihad Islam Palestina juga termasuk ke dalam proksi Iran. Faksi kecil ini didirikan pada 1981 dan diyakini menerima dukungan intelijen hingga dana mencapai puluhan juta dolar per tahun dari Iran. Kelompok ini memiliki kantor pusat di luar negeri yakni di Beirut, Lebanon, dan Damaskus, Suriah, bersumber dari aljajera.
Jihad Islam merupakan salah satu sekutu Hamas dan telah terang-terangan membantu kelompok itu menggempur Israel pada 7 Oktober lalu hingga peperangan berlangsung sampai hari ini.
Didirikan sekitar akhir 1970 oleh Fathi Shiqaqi dan Abdel-Aziz Odeh, Jihad Islam terus meraup dukungan di antara loyalis dan pendukung mantan Presiden Palestina Yasser Arafat. Sejak berdiri sebagai organisasi, Jihad Islam bersumpah bakal menghanurkan Israel dan menggantinya dengan negara Islam Palestina saat masih di bawah mandat koloni Inggris pada 1948. Jihad Islam memiliki jaringan bersenjata terbesar kedua di Gaza setelah Hamas. Menurut CIA's World Factbook, Jihad Islam memiliki sekitar 1.000 hingga beberapa ribu milisi per 2021.
