Menurut mereka, sistem pemilu terbuka memberikan kesempatan bagi rakyat untuk bisa mengenal, memililh, dan menetapkan wakil mereka secara langsung, orang per orang. 

Sistem inilah yang dinilai sebagai salah satu bentuk kemajuan demokrasi. Sebaliknya, sistem proporsional tertutup dianggap malah memukul mundur demokrasi Indonesia.

PDIP sebagai partai besar menjadi satu-satunya partai yang setuju dengan sistem pemilu proporsional tertutup. Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menilai sistem proporsional terbuka telah menciptakan liberalisasi politik. 

Pihaknya mengaku sudah melakukan penelitian khusus soal kondisi liberisasi yang mendorong partai politik menjadi partai elektoral. Dampaknya, kata dia, muncul kapitalisasi politik, oligarki politik, hingga persaingan bebas dengan segala cara.

Dalam kongres V PDIP memutuskan sistem pemilu anggota legislatif dengan proporsional tertutup bisa diterapkan sesuai dengan perintah konstitusi.