Khusus pertanian, kata Hardodi, akan dibuka jalan tani untuk mempermudah akses petani menuju ke kebun masing-masing dan meningkatkan produktifitas hasil pertanian. Bukan hanya itu, hasil bumi dari petani Buton Selatan mesti diarahkan secara terstruktur. Misalnya, dengan membangun pabrik pakan ternak, pabrik tepung dari ubi-ubian ataupun industri olahan turunan seperti kripik.

Baca Juga: Muna Timur Dapat Kucuran Rp 4 Miliar untuk Urusan Pemekaran hingga Infrastruktur Jalan dan Air Bersih

Begitu pula untuk sektor perikanan, perlu dibangun pabrik ikan kaleng agar menjadi pihak pembeli kedua selain TPI ketika hasil tangkapan ikan di Buton Selatan begitu over load. Bahkan ke depannya apabila terpilih sebagai kepala daerah, pihaknya akan menerapkan sistem barter hasil tangkapan ikan kepada daerah yang kurang hasil perikanannya dengan komoditas yang tidak ada di Buton Selatan.

“Harus dipersiapkan dari hulu ke hilir, kita siapkan alat tangkap, kita siapkan juga siapa yang akan membeli,” Urai Hardodi saat ditemui di Lakasa Cafe, Sulaa, Betoambari, Baubau, Senin (14/10/2024).

Keempat, peningkatan SDM melalui pendidikan dengan memberikan beasiswa gratis mulai dari jenjang S1, S2, hingga S3. Pembangunan Asrama bagi Mahasiswa Buton Selatan baik yang masih wilayah Sulawesi maupun wilayah Jawa, dan membangun Universitas Negeri Syekh Abdul Wahid di Buton Selatan. Mengapa hal itu perlu, sebab menurutnya segala macam persoalan, solusinya adalah pendidikan.