Kelima, peningkatan pelayanan kesehatan, di antaranya seperti pemenuhan kebutuhan dokter spesialis untuk Rumah Sakit Daerah Buton Selatan, alat kesehatan, ambulance darat maupun laut yang diupayakan satu unit harus ada di tiap-tiap kecamatan. Dimana ketika terjadi sesuatu kepada masyarakat, pihak Puskesmas langsung sigap melayani.
Keenam, peningkatan pelayanan publik salah satunya dengan memastikan seluruh OPD sudah memiliki gedung kantor milik sendiri dan bukan lagi menyewa rumah/gedung milik masyarakat. Dengan konsep desain yang mewah, rapih, dan layak. Di satu sisi meningkatkan produktivitas ASN dalam bekerja maupun melayani masyarakat.
Ketujuh, pemberdayaan tokoh agama dan adat, yang mana di dalamnya memuat 3 skala prioritas, yakni renovasi masjid dan baruga, umroh dan pelestarian rumah adat, dan tarian adat harus ada pada event kebudayaan tahunan di Buton Selatan.
Kedelapan, peningkatan dan keterlibatan organisasi kepemudaan dan koordinasi Forkopimda. Hardodi Menuturkan, sejauh ini pemuda sangat jarang dilibatkan di Kabupaten Buton Selatan, akan tetapi memiliki semangat yang tinggi dan ide cemerlang untuk pembangunan Buton Selatan di masa yang akan datang.
Baca Juga: Kampanye ASR-Hugua di Bombana, Janjikan Kesetaraan Pembangunan Infrastruktur Kepulauan dan Daratan
