Sementara kewajiban umat sebagai bagian dari rakyat kepada pemerintah dalam pelaksanaan tugas pemerintahan dan pembagunan, tambah dia, adalah bentuk ketaatan kepada Ulil Amri (pemimpin).

“Majelis Ulama Indonesia sebagai himayatul ummah, himayatuddin mengawal untuk menjalankan aqidahnya yang disyariatkan dalam rangka peningkatan kadar iman dan takwa kepada Allah SWT dalam dimensi vertikal Hablum Minallah, serta tugas muamalah, tugas sosial kemasyarakatan dengan meningkatkan kesalehan sosial untuk kemaslahatan bersama dalam dimensi horisontal hablum minannas,” katanya lagi.

Semuanya itu, sambung dia, tercakup dalam tugas Amar Ma’ruf nahi mungkar yakni mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran.

Baca Juga: 10 Penumpang KM Ladang Pertiwi Kembali Ditemukan Selamat

Lebih lanjut tokoh kelahiran Ambon ini menuturkan bahwa dalam konteks konfigurasi kemajemukan karena perbedaan agama, suku, ras dan etnis adalah sesuatu yang sunatullah, hukum Allah yang pasti. Di sini Islam harus tampil sebagai agama yang Rahmatan Lilalamin, rahmat untuk alam semesta atau Islam harus tampil sebagai agama yang berada di tengah kerukunan.