“Berkaitan dengan itu, masalah kerukunan menjadi persoalan penting dan mendasar yang harus dijaga dan dirawat sebagai tugas bersama dan diselamatkan dari segala gangguan dan ancaman apapun," tuturnya.
Untuk itu, islam di Manggarai tidak membangun tembok pemisah yang memisahkan masyarakat tetapi yang Islam bangun adalah jembatan penghubung dan jalan tol lintas batas demi kerukunan, demi persatuan dan kesatuan bangsa serta demi Manggarai tercinta.
Selanjutnya tokoh 84 tahun yang menakhodai MUI Manggarai sejak tahun 1975 itu menyinggung juga tentang moderasi beragama yang kian menjadi isu sentral dan didengungkan pemerintah belakangan ini.
Islam, lanjut dia, telah meletakkan dasar yang kuat tentang hidup yang moderat yang disebut umatan washatan, umat yang washatiyah, Islam yang wastiyah yakni Islam yang selalu ada di tengah-tengah kerukunan.
Baca Juga: Sukseskan Program Pembangunan Buton Utara, Ini Tugas UHO Sebagai Tim Pendamping
