Koran Rusia, Kommersant, menuliskan Zoom Video Communications Inc melarang distributor mereka menjual layanan ke institusi dan perusahaan milik pemerintah, berdasarkan surat untuk RightConf, distributor Zoom di wilayah Rusia. RightConf tidak berkomentar atas temuan ini.
Baca Juga: Parlemen Indonesia Apresiasi Pemerintah Arab Saudi Terkait Izin Umrah
Sementara perwakilan Zoom menyatakan mereka sedang memperbarui pendekatan di wilayah tersebut dan konsumen yang sudah menggunakan Zoom, baik pemerintah maupun swasta, tetap bisa mengakses layanan mereka.
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov saat memberikan keterangan tentang Zoom tidak menyebut soal rencana larangan aplikasi tersebut.
“Secara umum, kami merasa menyesal dan bingung mengapa institusi pemerintah Rusia dan pendidikan tinggi sekarang kehilangan kesempatan untuk memperpanjang kontrak dan membuat kontrak baru,” kata Peskov.
