Lawama kemudian membandingkan dengan era Pj Wali Kota Kendari sebelumnya, saat itu rapat paripurna dan pembahasan APBD dianggap sakral dan diikuti hampir semua pejabat lingkup Pemkot Kendari.

“Tapi pembahasan (APBD sekarang) ini biasa-biasa saja padahal seharusnya ini hal yang luar biasa karena ini kita bahas anggaran jadi teman-teman SKPD bisa menanggapi apa yang kita sampaikan itu bukan hanya untuk konsumsi Pj,” ujar Lawama.

Lawama mengkritik bahwa seharusnya para pejabat lingkup eksekutif perlu mengetahui pembahasan APBD sehingga dapat membangun komunikasi kepada semua elit birokrat.

Baca Juga: Kelurahan Gunung Jati Kota Kendari Komitmen Tangani dan Cegah Stunting

“Saya cuma mengalami keanehan saja, ada apa? Makanya saya bilang yang hadir itu cuma 0, berapa dari seluruh pejabat yang ada,” tegasnya.