JAKARTA, TELISIK.ID – Massa gabungan dari berbagai elemen yang mendukung hak angket kembali melakukan demo di depan gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Selasa (5/3/2024).
Aksi massa ini mereka namakan ‘Sidang Istimewa Mahkamah Rakyat Indonesia’. Mereka antara lain terdiri dari Koalisi Rakyat Menggugat (Karam) Demokrasi, Koalisi Nasional Penyelamat Demokrasi, Aliansi Buruh Indonesia, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Aliansi Masyarakat Muslim Tasikmalaya, Alumni Universitas Indonesia untuk Perubahan, dan Petisi Brawijaya.
Ikut menyampaikan orasi antara lain anggota Fraksi PKS DPR RI, Syahrul Aidi Maazat; Refly Harun; dan perwakilan dari Petisi 100, Marwan Batubara.
Syahrul berharap perjuangan massa dan rakyat yang pro atau mendukung perubahan tidak berhenti. Dia memastikan bahwa fraksi-fraksi partai politik di DPR RI yang menyatakan Pemilu dan Pilpres 2024 berlangsung curang tetap melakukan perjuangan yang sama di parlemen.
“Banyak pakar dan guru-guru besar menilai pemilu curang dan ini fakta yang tidak terbantahkan. Bagaimana Sirekap (sistem informasi rekapitulasi, red) bisa mengubah angka-angkanya, bahkan kalau dijumlahkan semuanya 1 TPS bisa 800 jumlah pemilihnya, padahal satu TPS antara 250 sampai 300 (pemilih) paling banyak,” tegas Syahrul.
