Ia menceritakan, semenjak dirinya bertugas tahun 2000 sampai 2020 kemarin, ia akhirnya memantapkan diri untuk mencari ilmu tentang agama Islam.

"Saya seolah-olah bimbang pada waktu itu untuk mencari jati diri, tepat saat saya masih sekolah sampai lulus. Memang di KTP saya Islam, namun hati saya masih ragu apakah saya ini Islam benar atau tidak," kata Djunaedy.

Semenjak lahir, ia mengaku sudah dibaktis dan mengikuti ajaran ayah dan ibu, serta kakek dan neneknya.

Baca Juga: Minim Perhatian, Persatuan Guru NU Mengadu ke DPRD Jatim

"Tahun Ini saya sudah memantapkan hati untuk masuk Islam, dan akhirnya hari ini saya bersyahadat," ujarnya.