KUPANG, TELISIK.ID - Angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), dan stunting di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ternyata masih jauh dari target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Yosep Nae Soi saat mengikuti kegiatan pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) di salah satu hotel di Kupang, Selasa (4/5/2021).

Ia mengatakan, saat ini Pemerintah Provinsi NTT sedang berupaya optimal untuk menurunkan AKI dan AKB serta penurunan angka stunting, sebab keadaan yang terjadi saat ini masih jauh dari target RPJMD 2018-2023.

Baca Juga: Besok, THR ASN di Mubar Bakal Dicairkan

"Dalam RPJMD target kita nol kasus. Artinya, tidak ada kasus AKI, AKB, dan stunting. Namun pada tahun 2020 jumlah AKI di NTT sebanyak 149 kasus dan jumlah AKB sebanyak 745 kasus, sedangkan stunting 24,2 persen. Hal ini tentu sangat jauh dari target," tutur Wagub Nae Soi.