SURABAYA, TELISIK.ID - Angka kriminalitas di Kota Surabaya hampir setiap tahunnya mengalami peningkatan.
Hal ini terbukti dibandingkan tahun 2019. Dimana selama tahun 2020 angka kriminalitas bukannya menurun tapi masih tetap tinggi. Meski berbagai upaya dilakukan oleh pihak Polrestabes Surabaya mulai memberikan tembak kaki hingga tembak mati, namun angka kriminalitas di kota pahlawan ini tetap tinggi.
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Johny Eddizon Issir mengatakan, pihaknya membagi berbagai bagian untuk melakukan pendataan Analisa dan Evaluasi (Anev) hasil ungkap kejahatan di Surabaya, khususnya kasus 3 C (curat, curas dan curanmor).
“Tahun 2019 berdasarkan TKP, kasus curas banyak dijumpai di jalan umum dengan jumlah kasus sebanyak 145 tempat. Sedangkan curat terjadi di 46 tempat dan curanmor sebanyak 176 tempat,” ungkapnya di Mapolrestabes Surabaya, Rabu (30/12/2020).
Baca juga: Pemprov Jatim Ancam Pecat ASN Terlibat FPI
