Karena itu, KPU berharap dalam tahapan pemilu bisa menghindarkan diri dari pengaruh-pengaruh berita yang sifatnya hoaks, bullying, politik identitas dan isu SARA.
"Marilah semua peserta, pendukung yang ada di Sulawesi Tenggara saling bekerja sama menyukseskan pemilu yang berintegritas dengan cara demokratis," tegasnya.
Tak hanya itu, para penyelenggara pemilu harus memastikan diri untuk menjadi teladan, contohnya tidak boleh berpihak. Karena amanah yang diberikan oleh publik untuk menjadi penyelenggara pemilu sebagai sesuatu pengabdian yang mulia kepada bangsa.
Maka harus bekerja dengan profesional, menjaga integritas, memperlakukan setara, adil dan parsial terhadap semua peserta tidak terkecuali bagi partai dan calon, harus berperilaku etis. Bekerja sesuai dengan instruksi, tugas dan fungsi. Kepada masyarakat sebagai pemilih, diberikan pendidikan politik secara intensif.
Tentunya kehadiran media juga menjadi penting untuk bermitra menyebarkan informasi kepada masyarakat tentang kepemiluan secara rutin, sehingga tidak mudah untuk terpengaruh hoaks.
