.jpg)
"Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi kesiapan operasi mantap brata 2023-2024 di tingkat mabes. Bapak Kapolri juga menegaskan, Pemilu 2024 merupakan titik persimpangan sejarah bangsa Indonesia yang menentukan untuk mewujudkan visi Indonesia emas 2045," kata Irjen Teguh Pristiwanto.
Dalam paparan Direktur Intelijen dan Keamanan (Dir Intelkam) Polda Sulawesi Tenggara, Kombes Pol Andhika Vishnu, terdapat sembilan potensi kerawanan dalam tahap menuju Pemilu 2024. Di antaranya adalah penetapan daftar pemilih tetap (DPT), penetapan calon legislatif (caleg), penetapan calon presiden/wakil presiden (capres/cawapres), distribusi logistik pemilu dan kampanye di luar tahapan inti.
"Polarisasi politik di media sosial, deklarasi relawan, gugatan penyelenggara pemilu, serta konflik internal partai juga masuk kategori potensi kerawanan. Dalam pelaksanaan Pemilu 2024, tugas kepolisian adalah menjaga, mengawal dan memelihara ketertiban dan keamanan masyarakat," kata Kombes Pol Andhika Vishnu.
Baca Juga: Polda Sulawesi Tenggara Tes Urine Anggota, Deteksi Dini Penyalahgunaan Narkoba
