Baca Juga: 100 Situs Bersejarah Islam di Madinah Akan Dipulihkan
Melansir Sindonews.com, para ilmuwan percaya itu akan mengurangi sekitar 30 persen pemanasan global. Rencana ini diprotes ribuan petani karena pajak akan membuat harga makanan lebih mahal, dan membahayakan mata pencaharian mereka.
Mengutip Cnnindonesia.com, Ardern mengungkapkan, rencana itu akan diberlakukan pada 2025 mendatang. Apabila terealisasi, maka Selandia Baru menjadi negara pertama yang meminta petani membayar emisi dari hewan ternak.
Rencana itu mengusulkan harga untuk gas berumur panjang seperti karbon dioksida ditetapkan setiap tahun dan didasarkan pada harga emisi domestik untuk sektor lain. Sementara itu, harga retribusi metana biogenik akan ditetapkan oleh pemerintah berdasarkan saran dari komisi iklim.
Baca Juga: Dinobatkan Sebagai Desa Terkaya di Dunia, Ini 5 Fakta Menarik Desa Huaxi China
