Jika dibandingkan terhadap rerata klimatologis awal musim hujan (periode 1981-2010), maka awal musim hujan 2020/2021 di Indonesia diperkirakan mundur pada 154 ZOM (45%), sama dengan normal pada 128 ZOM (35%), dan maju pada 68 ZOM (20%).
Selanjutnya, apabila dibandingkan terhadap rerata klimatologis akumulasi curah hujan musim hujan (periode 1981-2010), maka secara umum kondisi musim hujan 2020/2021 diperkirakan normal atau sama dengan rerata klimatologisnya pada 243 ZOM (71%).
Namun sejumlah 92 ZOM (27,5%), akan mengalami kondisi hujan atas normal atau musim hujan lebih basah yaitu curah hujan musim hujan lebih tinggi dari rerata klimatologis dan 5 ZOM (1,5%) akan mengalami bawah normal atau musim hujan lebih kering yaitu curah hujan lebih rendah dari reratanya.
Dwikorita menekankan perlunya kewaspadaan dan penyiapan secara lebih dini dan optimal untuk upaya mitigasi oleh para pemangku kepentingan dan Pemerintah Daerah yang wilayahnya diperkirakan akan mengalami musim hujan lebih maju atau lebih basah.
”Mitigasi tersebut dengan melakukan pengelolaan tata air yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, antara lain dengan upaya memenuhi dan menyimpan air lebih lama ke danau, waduk, embung, kolam retensi, dan penyimpanan air buatan lainnya, serta penyiapan kapasitas sungai dan kanal untuk antisipasi debit air berlebih," terangnya.
