Kepunahan bahasa salah satu indikatornya adalah penutur yang berkurang. Beberapa hasil penelitian menyatakan, 9 bahasa daerah asli yang ada di Sulawesi Tenggara mulai terancam punah, seperti bahasa Culambacu.
Berdasarkan itu, Telisik, mengunjungi Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara di Jalan Haluoleo Kompleks Bumi Praja, Kota Kendari, Selasa (5/12/2023), yang bertugas melaksanakan pembinaan, pengkajian dan pemasyarakatan bahasa dan sastra Indonenesia di Sulawesi Tenggara.
Berdasarkan hasil penelitian Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara, melalui kajian vitalitas bahasa, menunjukkan beberapa bahasa daerah di Sulawesi Tenggara memang mengalami kemunduran seperti bahasa Tolaki dan Moronene.
Mengatasi kemunduran tersebut, mengacu pada Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara memilik 3 program prioritas. Literasi bahasa dan sastra, pelindungan, penginternasionalan.
“Tahun 2022-2033, kami ada kegiatan revitalisasi bahasa dan sastra daerah dan menyediakan konten pelindungan sekitar 10 atau 11 konten yang melibatkan generasi muda dan anak-anak,” kata Koordinator KKLP Perlindungan dan Pemordenan Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara, Zakiyah M Husbah yang ditemui Telisik.
