Ibunda Fajril, Wa Sani, tak bisa membiayai operasi anaknya, karena ia dan suami hanya bekerja sebagai petani.

Wa Sani mengaku sedih melihat kondisi putranya yang hanya bisa terbaring lemah, sementara orang tuanya tak punya kemampuan untuk memberinya pengobatan terbaik.

"Sedih. Karena mau berobat tidak ada uang," akunya melalui vidio Kompas TV yang dilansir Kamis (03/12/2020).

Baca juga: Gempa Tektonik Guncang Kendari dan Sekitarnya

Fajrin yang baru berusia lima tahun, terindikasi menderita penumpukan cairan di rongga otak atau hidrosefalus dan gizi buruk yang sangat menyiksanya.