Mantan Bupati Butur periode 2016-2021 ini mengatakan pemerintah harus hadir untuk menjadi kekuatan masyarakat dalam sektor ekonomi. Menurut Hasan, tidak bisa membiarkan masyarakat mengandalkan kekuatan individu karena biaya produksi untuk sektor tersebut tinggi.
“Misalnya dulu program zaman saya jadi bupati, petani kami berikan subsisi untuk buka lahan Rp 2,5 juta per hektar. Selain itu ada subsidi bibit, pangan, beras, dan nonberas. Di Butur juga yang diorganikan bukan hanya beras (tapi) juga nonberas diorganikkan dan disubsidi,” tuturnya.
Upaya lain yang akan dilakukan Hasan adalah membangun pabrik di daerah sehingga bisa menopang pengelolaan pupuk maupun bibit pertanian.
“Pabrik pupuk organik juga pabrik pestisida organik semuanya terbuat dari organik sehingga biaya produksi mereka rendah, (bahkan) hampir tidak ada biaya produksi,” katanya.
Program ini, menurut Hasan, sudah berjalan semasa dirinya menjabat Bupati Butur walau sempat menghadapi pandemi Covid-19 tetapi masih bisa melakukan ekspor ke luar negeri.
