WASHINGTON DC, TELISIK.ID - Beberapa waktu lalu, Amerika Serikat (AS) dihebohkan dengan masuknya balon udara yang diduga mata-mata berasal dari China.
Sebelumnya pada hari Sabtu (4/1/2023), Presiden Joe Biden mengatakan akan mengurus balon itu. Ini menjawab pertanyaan tentang apa yang akan terjadi pada balon tersebut, yang terbang lebih tinggi dari rute penerbangan komersial.
Setelah itu, Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA) menghentikan sementara semua penerbangan sipil di tiga bandara di sekitar pantai Carolina Selatan karena upaya keamanan nasional.
Penjaga pantai juga menyarankan para pelaut untuk meninggalkan daerah itu karena operasi militer yang menimbulkan bahaya signifikan. Militer sekarang sedang berusaha membersihkan puing-puing yang tersebar sejauh tujuh mil (11 km), seperti dilansir dari Kompas.com.
Dua kapal angkatan laut, termasuk satu dengan derek berat untuk pembersihan, berada di area jatuhnya balon. Tampaknya permasalahan mulai terlihat akibat masuknya balon tersebut ke wilayah AS.
