Sementara itu, pihak China mengklaim balon pengintai pertama terbang di atas wilayah udara AS karena "force majeure" seperti dilansir dari Cnnindonesia.com.

Kementerian Luar Negeri China mengklaim balon udara itu terbang keluar jalur yang seharusnya. Benda itu dikatakan memiliki kemampuan kemudi yang terbatas sehingga mampu menyimpang jauh dari jalur yang direncanakan karena hembusan angin. (C)

Penulis: Nur Khumairah Sholeha Hasan

Editor: Haerani Hambali