"Saya datang dari pagi karena hanya pagi yang lumayan ada pembeli, kalau sudah sore kadang hanya 1 atau 2 orang dan bahkan tidak ada, jadi hanya bisa dapat Rp100.000 kadang juga di bawah itu," ucapnya seraya melirik jualannya, Kamis (18/5/2023).
Ija menjual eceran bensin pertalite yang diambil dari antrean SPBU menggunakan kendaraan milik tetangga kos tempat ia tinggal di Lorong Mata Air dengan harga Rp10.000, dijual kembali dengan harga Rp13.000 per botolnya.
Meski dengan penghasilan yang tidak menentu, hanya bisa cukup membeli bahan dapur sepersekian saja, namun tak membuat semangat Ija surut, ia tetap semangat mengais pundi-pundi rupiah pada tiap harinya.
"Yah, sesuai rezeki masing-masing saja, rezeki juga sudah ada yang atur," ucapnya.
Berjualan di pinggir jalan tentunya punya hambatan tersendiri, berbeda dengan lahan sendiri, ketika ada razia Satpol PP tak lagi menjual atau ketika ada patroli biasanya dilakukan pengecekan kebersihan tentu membuat panik penjual.
