Baca Juga: Bappeda Sulawesi Tenggara Optimalkan TKDN Demi Peningkatan Ekonomi, Salah Satunya Aspal Buton
Lebih lanjut, Robert mengatakan bahwa untuk tercapainya berbagai tujuan itu, perlu adanya tanggung jawab OPD yang saling terkoordinir, seperti saat ini terjadi isu lingkungan dampak el-nino dan risiko ketahanan pangan, serta kemiskinan.

"Sekarang kita mencoba agar kegiatan itu bisa terkoordinasi dengan baik. Semua perencanaan harus tersusun dalam rencana aksi daerah. Sesungguhnya, hal itu kita sudah susun dari tahun 2022 sampai tahun ini. Bahkan saat ini kita melakukan koordinasi lagi untuk memantapkan apa yang menjadi dokumen kita," ungkapnya.
Bappeda Sulawesi Tenggara sendiri dalam menyusun RAD SDG’s mengundang beberapa ahli dari tingkat nasional, seperti Manajer Pilar Pembangunan Lingkungan Sekretariat Koordinasi Nasional TPB/SDG's Kementerian PPN/Bappenas, Rachman Kurniawan dan Nike Roso Wulandari selaku narasumber dari BPS Sulawesi Tenggara.
