"Kita kan sekarang belum memutuskan seperti apa nih. Tapi bahwa pemerintah berkeinginan untuk menyediakan BBM yang semakin bersih," kata Dadan, seperti dilansir dari CNBC Indonesia, Selasa (30/7/2024).
BBM baru ini diharapkan mampu mengurangi emisi sulfur dioksida yang berkontribusi pada polusi udara. Dengan kadar sulfur yang lebih rendah, diharapkan BBM ini akan memberikan manfaat jangka panjang bagi kualitas udara dan kesehatan masyarakat.
Meskipun belum ada keputusan final mengenai apakah BBM baru ini akan disubsidi oleh pemerintah, Kementerian ESDM memastikan bahwa aspek ketersediaan dan keterjangkauan harga akan menjadi prioritas utama.
Pemerintah berencana untuk menjaga agar suplai BBM ini tetap stabil dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Harga jualnya akan menyesuaikan dengan kualitas yang ditawarkan, dengan harapan dapat tetap terjangkau oleh masyarakat luas.
Pada skala global, BBM dengan kandungan sulfur yang lebih rendah biasanya memiliki harga yang lebih tinggi karena proses produksinya yang lebih kompleks dan mahal.
