Ia mengatakan, sempat tidak mengetahui persis penyebab mesin mobilnya mogok. Namun setelah dilakukan pengecekan dia baru mengetahui bahwa pertalite yang diisinya dari SPBU Tapak Kuda bercampur air.
“Saya datang minta kompensasi di SPBU ini, sudah banyak rugi waktu, pulang balik naik ojek karena mobil rusak, tarik mobil,” tegas Saiful.
Sementara itu, Koordinator Pengawasan SPBU Tapak Kuda Kendari, Clemens, menyatakan siap bertanggung jawab. Dia mengatakan pihaknya menerima komplain dari konsumen yang kendaraannya bermasalah karena pengisian BBM di SPBU Tapak Kuda.
“Beberapa masyarakat sudah datang komplain dan komplainnya diterima, yang selanjutnya akan dilakukan komunikasi untuk melakukan ganti rugi,” jelasnya.
Clemens mengatakan, peristiwa BBM bercampur air di SPBU Tapak Kuda ini diketahui setelah bunyi alarm peringatan pada Selasa (13/8/2024). Kemudian pihaknya segera menghentikan pengisian untuk konsumen.
