BAUBAU, TELISIK.ID - Sebagian kelompok Islam melarang pengikutnya untuk merayakan Maulid atau hari kelahiran Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada setiap 12 rabiul awal.
Salah satu akademisi yang juga pendakwah, Majid Nene menegaskan, merayakan hari lahir manusia suci tersebut adalah pahala.
Hal itu dikatakan Majid Nene saat memberikan ceramahnya pada kegiatan perayaan maulid nabi di Masjid Ar-Rahman Samad, kompleks perumahan Wanabakti, Kelurahan Lipu, Kecamatan Betoambari, Kamis (29/10/2020).
Menurutnya, terdapat perbedaan makna antara maulid dan maulud. Maulid adalah hari kelahiran nabi. Sedang maulud adalah peristiwa kelahiran nabi. Keduanya merupakan sunah nabi dan pahala bagi yang melaksanakannya.
"Barang siapa melakukan kebaikan mengumpulkan banyak orang maka dapat pahala. Dan orang pertama memberikan ide pada kegiatan perayaan tersebut maka dia yang akan mendapat pahala pertama. Kemudian semua yang hadir di sini juga akan dapat pahala," terangnya.
