Hal itu, tambahnya, berdasarkan pantauan citra satelit dan radar cuaca terkini serta dinamika atmosfer yang berkembang di wilayah Kota Kendari.

Baca juga: Hari Ini, 32 Pasien COVID-19 di Kendari Sembuh

Kemudian lanjut Faizal, kondisi tersebut disebabkan oleh intrusi atau dorongan massa udara kering yang menurunkan kelembaban udara, sehingga potensi terjadinya hujan menurun.

Selain itu, kata Faizal, Fenomena tersebut disebabkan adanya massa udara basah lapisan rendah, dan indeks labilitas sedang berskala lokal.

Hingga kemudian terkonsentrasi di wilayah Sulawesi Tenggara bagian Utara termasuk Kota Kendari, serta anomali positif suhu permukaan laut yang terjadi di sekitar wilayah perairan Sulawesi Tenggara. (B)