Masyarakat lainnya, Gunawan menjelaskan, saat kejadian angin kencang, masyarakat sempat panik lantaran kejadianya malam hari. Masyarakat langusung sigap menyelamatkan diri dan barang berharganya.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem, Kapal Cepat Rute Tobaku-Siwa Berhenti Operasi

"Saat kejadian ini kita satu kampung keluar rumah saling bantu-membantu kerja sama menyelamatkan diri, barang berharga seperti memindahkan alat-alat rumah dan kapal. Kerugian ditaksir puluhan juta rupiah, terdiri dari tambak ikan yang jebol kerugian kurang lebih Rp 10 jutaan dan ditambah rumah-rumah warga yang rusak," jelasnya.

Selain itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buton Tengah, Siruddin menyampaikan himbauan pada masyarakat agar berhati-hati karena saat ini lagi mengadapi cuaca ekstrem.

"Harapannya untuk para nelayan untuk sementara waktu tidak melaut dulu, masyarakat yang bermukim di daerah pesisir agar lebih meningkatkan kewaspadaanya," jelasnya. (A)