Amir berkata, saat ini pengendara becak sudah cukup sulit untuk mendapat penumpang, berbeda pada tahun 2000-an yang masih banyak penumpang, terlebih beberapa orang sudah memiliki kendaraan yang digunakan, sehingga ia hanya pulang balik pada tujuan pelelangan ikan dan Pasar Sentral Kota Kendari untuk mencari penumpang.

Satu penumpang biasanya dibanderol dengan harga Rp 5 ribu. Walaupun ia memiliki penghasilan pas-pasan yang mencapai Rp 40 ribu sehari jika beruntung, kadang juga tak mendapat penumpang, tak membuatnya putus asa.

Penghasilan yang ia dapat dibagi dua, bersamaan dengan uang makan dirinya dan disimpan untuk dikirim pada istri dan kedua anaknya yang tengah menempuh pendidikan menengah atas.

Mengirimkan uang untuk anak istri biasanya lewat teman atau tetangga yang kebetulan pulang kampung. Selain itu, ia tidak memiliki alat komunikasi, sehingga pulang kampung saat hari raya saja untuk bertemu keluarganya.

Terkadang sekali waktu, ketika tak  sedikitpun mendapat penghasilan dari meroda becak ditambah tuntutan tagihan setiap hari dan uang kiriman untuk keluarga, ia terpaksa pergi memungut botol plastik untuk dijual, tak peduli kakinya terkena pecahan botol atau paku.