Sementara ruas jalan dari Kecamatan Porehu ke Tolala, sejak Kolaka Utara mekar hingga saat ini, sama sekali belum ada upaya perbaikan.
Belum lagi, proses pengerjaan jalan yang dilakukan pihak ketiga (kontraktor) kurang profesional. Alhasil, belum genap satu tahun aspal sudah berlubang.
"Kalau begini kan, bisa dikatakan anggaran sia-sia juga dan ini harus jadi perhatian pemerintah daerah ke depannya," ujarnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Sulawesi Tenggara, Jumarding bersama Bina Marga PUPR Sulawesi Tenggara, telah mensurvei lokasi longsor di jalur provinsi Porehu-Tolala tepatnya di Desa Loka, Kecamatan Tolala.
Bina Marga sudah ambil sampel material dengan membor beberapa titik di lokasi longsor. Rencananya usai pengambilan sampel tebing jalan yang longsor akan segera dibenahi menggunakan sisa anggaran dari Dinas PUPR.
