Oleh: Dr. M. Najib Husain
Dosen FISIP UHO
RAMADAN telah datang, semua lapisan masyarakat menyambut dengan gembira termasuk para politisi. Menonjolkan citra yang berintegritas agama, selalu menjadi salah satu strategi komunikasi politik, kesalehan yang dibungkus dengan ritual dan semiotika beragama melalui pakaian dan atribut menjadi hal penting.
Politik pencitraan dilakukan dengan berbagai cara di bulan Ramadan yang masih terasa dampak dari pandemi COVID-19, diantaranya berbagi minyak goreng dan sembako lainnya, buka puasa dengan anak yatim piatu, dan berbagai kegiatan sosial agar dikenal sebagai sosok yang peduli dengan rakyat sebagai ajang menjual diri untuk menunjukkan tingkat kesalehan.
Karena agama masih dianggap hal serius, agama merupakan senjata yang ampuh dalam hal menggali dukungungan para pemilih dalam meningkatkan elektabilitas. Integritas agama menjadi penting dalam setiap kegiatan politik di Indonesia karena agama menjadi kecenderungan mayoritas masyarakat indonesia.
