"Ketika dibekukan itu, konsekuensi terburuknya, Muna tidak bisa mengikuti Porpov," terang Sekretaris KONI Sultra itu.
Toh, bila sudah bisa mengikuti Porprov, yang rugi daerah. Karena itu, pelaksanaan Musorkablub ini penting untuk menyelamatkan KONI Muna.
"Kita tidak punya tendensi apa pun. Tugas kami sebagai karakteker hanya untuk memfasilitasi penyelenggaraan musyawarah," terangnya.
Baca Juga: Pemkab Butur Gelar Musrenbang untuk RKPD 2023, Ini Kata Bupati
Pada Musorkablub akan diikuti oleh dua bakal calon (Balon) ketua. Adalah Direktur PDAM, Muhamad Nurhayat Fariki yang juga Ketua Cabor Pertina dan Kabid Anggaran BPKAD sekaligus Ketua Cabor PTMSI, La Ode Abdul Salam. Penetapan calon berdasarkan dukungan 30 persen atau 11 cabor diputuskan pada arena musyawarah.
