Setelah ayahnya, Kapitan Paulus Tiahahu, dijatuhi hukuman mati oleh Belanda, kesehatan fisik dan mentalnya terganggu. Ia tertangkap bersama 39 orang lainnya dan dibawa ke Pulau Jawa dengan kapal Eversten untuk dipekerjakan paksa di perkebunan kopi.
Kondisi kesehatan Martha Christina Tiahahu memburuk selama di atas kapal, diperparah oleh penolakannya untuk makan dan diobati. Ia meninggal pada 2 Januari 1818 dan dimakamkan dengan penghormatan militer di Laut Banda.
2. Laksamana Malahayati dari Aceh
Keumalahayati, pejuang asal Kesultanan Aceh, lahir di Aceh Besar pada tahun 1550. Dia memimpin 2.000 orang pasukan Inong Balee, yang terdiri dari janda-janda pahlawan yang telah syahid. Mereka berperang melawan kapal dan benteng Belanda serta membunuh Cornelis de Houtman pada 11 September 1599.
Berkat keberaniannya, Malahayati mendapat gelar Laksamana. Namun, ia gugur pada tahun 1615 ketika sedang melindungi Teluk Krueng Raya dari serangan Portugis yang dipimpin oleh Laksamana Alfonso De Castro.
