3. Cut Nyak Meutia dari Aceh
Cut Nyak Meutia, pejuang dari Aceh, awalnya berjuang bersama suaminya, Teuku Muhammad. Setelah suaminya ditangkap dan dihukum mati oleh Belanda pada tahun 1905, ia menikah dengan Pang Nanggroe dan melanjutkan perlawanan.
Suaminya gugur pada 26 September 1910, namun Cut Nyak Meutia berhasil lolos. Ia terus melawan dengan sisa-sisa pasukannya hingga gugur pada 24 Oktober 1910.
4. Raden Adjeng Kartini dari Jepara, Jawa Tengah
R.A. Kartini, lahir di Jepara pada tahun 1879, adalah tokoh yang memperjuangkan kebangkitan perempuan di Indonesia. Ia mengkritisi budaya Jawa yang menghambat perkembangan perempuan dan memberikan gagasan melalui surat-suratnya. Tanggal kelahirannya, 21 April, diperingati sebagai Hari Kartini, untuk mengenang perjuangannya.
