Tempat sama, Kasi Keluarga Sejahtera BKKBN Konawe, Ismail mengungkapkan, jika untuk tahun 2023 nanti, percepatan penurunan stunting ini bukan lagi berdasarkan kasus yang ada, namun ditentukan lokasi khususnya berdasarkan beberapa faktor penyebab rawan terjadinya stunting.

Baca Juga: Pelaksanaan USBK Tingkat SD di Konawe Usai dan Lancar

Misalnya, data dari dinas sosial yaitu data kemiskinan karna itu faktor ekonomi, Kemudian dinas pendidikan melalui PAUD yaitu TK yang mendidik pengembangan otak anak dan juga dinas perikanan, di mana wilayah yang kurang mengkonsumsi ikan yang berprotein dan juga ketersediaan ikannya serta dinas ketahanan pangan, terkait kebutuhan pangannya misal sayur dan buah-buahan.

Ia juga menambahkan, karena sebenarnya kasus stunting itu harus ketemu gejalanya antara berat dan tinggi badan yang tidak sesuai dengan umur dan perkembangan otak yang ikut menurun. Serta berdasarkan hasil pemeriksaan dan ditentukan oleh ahli gizi.

"Kemudian data ini yang dikumpulkan dan dimasukkan dalam aplikasi melalui kementerian dan menunjuk lokasi khusus. Artinya, lokasi khusus yang telah ditunjuk tersebut Tahun 2023 dinilai rawan terjadinya stunting dan bukan lagi adanya kasus," tandasnya. (B-Adv)