"Program PSA dilakukan dengan menggelar serangkaian kegiatan pelayanan KB secara serentak di seluruh wilayah Indonesia. Kegiatan tersebut meliputi pelayanan konseling KB, penempatan alat kontrasepsi, pemeriksaan kesehatan reproduksi, serta edukasi dan informasi mengenai KB dan kesehatan reproduksi," jelas Bonivasius.
Kegiatan Pelayanan KB PSA di Kabupaten Muna menargetkan 1.098 akseptor, dengan rincian 1.098 akseptor, terdiri dari IUD 23, MOW 4MOP 1, kondom 42, implant 145, suntik 399, dan pil 484.
Baca Juga: BKKBN Dorong Penggunaan KKA di Posyandu Buton Selatan untuk Deteksi Dini Stunting
Kegiatan ini dihadiri oleh Forkopimda, Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Muna beserta jajaran, Kementerian Agama Kabupaten Muna, Kepala BPS Kabupaten Muna, Dinas OPD lainnya, IBI, para penyuluh KB, kader KB, tokoh agama dan tokoh masyarakat serta mitra lainnya.
Usai mengikuti acara pembukaan, Bonivasius mengunjungi Puskesmas Katobu untuk meninjau langsung pelayanan KB bagi warga. Di sana, ia menjelaskan berbagai metode KB yang tersedia, termasuk pil, suntik, implan, IUD, MOW, dan MOP.
