Kampanye negatif model kampanye yang lebih menonjolkan kekurangan dari lawan politik serta kegagalan yang dicapai. Pesan-pesan yang disampaikan telah memiliki bukti dan telah terbukti di lapangan tentang kegagalan kandidat selama diberikan amanah oleh rakyat.

Dengan kampanye negatif membantu calon pemilih untuk berkesempatan mengetahui calon kandidat secara lebih jelas, lebih lengkap termasuk pada sisi negatifnya. Sehingga Pemilih akan dapat membedakan antara data negatif dan memang benar dan data yang bohong.

Adapun kampanye hitam (black campaign) merupakan model kampanye yang melemparkan isu gosip dan sejenisnya tanpa didukung fakta atau bukti. Kampanye hitam bertujuan untuk menjatuhkan kandidat tertentu. Kampanye hitam merupakan sebuah upaya menyebarkan fitnah atau informasi bohong (hoax) dengan tujuan untuk membunuh karakter seorang bakal calon.

Hoax merupakan informasi yang direkayasa untuk menutupi informasi sebenarnya, dengan kata lain hoax diartikan sebagai upaya pemutarbalikan fakta menggunakan informasi yang meyakinkan tetapi tidak dapat diverifikasi kebenarannya,  dapat pula diartikan sebagai tindakan mengabutkan informasi yang sebenarnya, dengan cara membanjiri suatu media dengan pesan yang salah agar bisa menutupi informasi yang benar. (Mansyah, 2017:2 dalam Septanto, 2018).

Hoax atau berita bohong adalah salah satu bentuk cyber crime yang kelihatannya sederhana, mudah dilakukan namun berdampak sangat besar bagi kehidupan sosial masyarakat.