Apalagi, kata dia, Indonesia dan negara-negara di dunia tengah menghadapi perubahan iklim yang memicu pergeseran pola musim dan suhu udara sehingga mengakibatkan peningkatan frekuensi dan intensitas bencana hidrometeorologi.

"Perubahan cuaca berlangsung sangat cepat dan tidak menentu yang dipengaruhi banyak faktor. Karenanya, kami juga terus berupaya meningkatkan kecepatan, ketepatan, dan akurasi dalam prakiraan cuaca hingga skala tapak," jelasnya. (C)

Reporter: Marwan Azis

Editor: Haerani Hambali