Baca Juga: BPS Beber Komoditas Penyumbang Inflasi di Sulawesi Tenggara

Persentase perempuan meningkat dari 36,18 persen tahun 2021 menjadi 38,11 persen, sedangkan persentase laki-laki menurun dari 43,10 persen menjadi 42,12 persen pada tahun 2022.

Data indeks ini menunjukkan bahwa ketimpangan antara laki-laki dan perempuan makin mengecil atau kesetaraan makin membaik.

Agnes menyebut ketimpangan gender dipengaruhi oleh beberapa indikator di antaranya: dimensi kesehatan reproduksi, dimensi pemberdayaan, dan dimensi pasar tenaga kerja.

"Berdasarkan data, IKG sebagian besar juga dipengaruhi oleh dimensi pemberdayaan terutama di bidang pendidikan dimana sejak tahun 2018 hingga 2022 persentase pendidikan SMA perempuan semakin naik yang masing-masing berada di angka 38,11 persen pada 2022 dari yang sebelumnya 37,37 persen di tahun 2018," tuturnya pada Telisik.id beberapa waktu lalu.