Namun, penelitian sebelumnya telah menemukan bahwa bulan perlahan-lahan menjauh dari bumi dengan kecepatan sekitar 1,5 inci per tahun. Hal ini mengakibatkan waktu yang dibutuhkan bulan untuk mengorbit bumi menjadi lebih lama.
Suatu saat nanti, bulan akan mencapai jarak yang tetap dari bumi dan hanya sisi yang sama dari bulan yang akan selalu menghadap ke bumi.
Dalam penelitiannya, Meyers beserta rekan-rekannya melakukan rekonstruksi mendalam terhadap sejarah hubungan antara bumi dan bulan.
Hasil penelitiannya mengungkapkan bahwa sekitar 1,4 miliar tahun yang lalu, durasi satu hari di bumi lebih pendek, yaitu hanya sekitar 18 jam.
Dikutip dari Merdeka.com, demi memperoleh perhitungan tersebut, para peneliti mengembangkan suatu metode statistik yang mengintegrasikan teori astronomi dengan data geologi untuk merekonstruksi masa lalu geologi bumi.
