SURABAYA, TELISIK.ID - Ketua Umum Kosgoro 1957 Yusuf Husni mengatakan, penurunan suara Golkar dalam pemilu bisa menjadi salah satu alasan digelarnya Munaslub Partai Golkar, sehingga Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto harus mundur dari jabatannya.
Sejak pemilu digelar pascareformasi, parpol beringin itu praktis selalu berada di tiga teratas. Namun, sejak itu pula, Golkar tak kunjung berhasil mendudukkan kadernya di kursi RI-1 atau presiden. Capaian tertinggi adalah posisi wakil presiden, yakni Jusuf Kalla (JK).
Hasil Pemilu 2019, Golkar menjadi runner-up di bawah PDIP. Meraih 17,23 juta suara dan menempatkan 85 kadernya di DPR RI. Di bawah Golkar, ada Partai Gerindra dengan 78 kursi dan Nasdem (59 kursi). Namun, meski di urutan kedua, menyongsong Pilpres 2024, Golkar terbilang relatif kurang dinamis dibandingkan parpol lain di bawahnya.
"Tidak hanya Airlangga Hartarto saja yang mundur, namun juga harus diikuti oleh para pengurus Golkar lainnya di tingkat pusat. Mengingat dalam kepengurusan pusat Partai Golkar kolektif kolegian, sehingga semuanya menjadi tanggung jawab bersama," jelasnya, Jumat (21/7/2023).
Mantan anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi Golkar ini mengatakan, saat ini dirinya melihat di tingkat pengurus pusat, Ketum Airlangga Hartarto harus hati-hati dalam hal ini atas kinerja pengurus Golkar.
