Sehingga keterlibatan perempuan di parlemen tentunya sangat diharapkan bukan hanya untuk memenuhi kuota 30 persen, tapi lebih dari itu suara ibu-ibu mampu tersampaikan di gedung parlemen.
"Sebagai salah satu calon legislatif perempuan Muna Barat di dapil 2 Barangka, Lawa, Wadaga dan Tiworo Selatan, maka dengan itu saya hadir dengan gagasan baru untuk kemajuan daerah demi mewujudkan kesetaraan suara perempuan dalam ruang publik, tentu di butuhkan pemikiran yang progresif," bebernya via Whatsapp, Senin (22/5/2023).
Apa lagi bicara wilayah Muna Barat, berkaca pada Pemilu 2019 silam, kehadiran perempuan di parlemen sangat minim, sekalipun melihat ketua DPRD Kabupaten Muna Barat adalah sosok perempuan.
Tapi sekalipun seperti itu, ia menganggap kehadiran perempuan di 3 wilayah besar Lawa Raya, Kusambi Raya dan Tiworo Raya di Muna Barat, belum cukup mampu mewakili suara para perempuan di daerah itu sendiri.
"Tentu kesempatan dalam Pemilu 2024 di Februari nanti, adalah kesempatan terbuka bagi saya untuk hadir di panggung politik, sebagai representasi suara perempuan di parlemen dalam memperjuangkan hak-hak perempuan dan kemajuan daerah," tegasnya.
