Bahkan masyarakat Tomia tempo dulu, biasanya membuat karasi untuk selamatan atau syukuran menempati rumah baru. Juga untuk melepas sang kekasih atau tunangan ke perantauan. Untuk melepas keberangkatan kekasihnya, si wanita akan menyiapkan sajian berupa karasi, ketupat, lapa-lapa dan ayam masak.
Selain itu si wanita memberi si lelaki dua buah sarung. Sekarang adat ini telah hilang, entah kenapa. Selain itu karasi juga dijadikan sebagai oleh-oleh (cenderamata) bagi wisatawan, sanak keluarga, atau kawan yang ada di perantauan.
Pengolahannya cukup sederhana. Bahannya sedikit. Alat kerja yang digunakan juga sedikit. Dan pengolahannya cepat.
Anda cukup menyediakan satu kilogram tepung beras, satu kilogram tepung kanji, setengah liter gula pasir, sedikit terigu, air, frambozen atau vanili (pengharum adonan) secukupnya, dan satu liter minyak goreng. Ukuran banyak sedikitnya bahan tergantung keinginan Anda.
Tepung beras, tepung kanji, gula, frambozen dan air dicampur menjadi satu ke dalam wadah. Bahan dikucek sampai menghasilkan adonan yang merata dan kental. Kemudian panaskan minyak goreng di dalam wajan.
